Access, Services, and Knowledge

Access, Services, and Knowledge

“Program ini bertujuan: Mengupayakan lingkungan remaja yang lebih baik melalui pembuatan kebijakan yang ramah remaja bersama pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang; meningkatkan akses para remaja terhadap informasi kesehatan seksual dan reproduksi; dan meningkatkan ketersediaan layanan konsultasi dan pengobatan, yang lebih mudah diakses dan berkualitas."

Akses, Servis dan Ketahui (ASK)

Karena Remaja Tidak Sendirian

Program ASK (Access, Services and Knowledge) atau di Indonesia diadopsi dengan nama Sobat ASK (Akses Servis dan Ketahui) menargetkan remaja majinal agar dapat mengakses layanan kesehatan seksual dan reproduksi, seperti berada di lembaga pemasyarakatan, ragam seksualitas, difabel, hidup dengan HIV (ODHA) hingga anak jalanan. Program ini bertujuan: Mengupayakan lingkungan remaja yang lebih baik melalui pembuatan kebijakan yang ramah remaja bersama pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang; meningkatkan akses para remaja terhadap informasi kesehatan seksual dan reproduksi; dan meningkatkan ketersediaan layanan konsultasi dan pengobatan, yang lebih mudah diakses dan berkualitas.

Advokasi yang dilakukan terkait program ini mengupayakan dukungan pemerintah untuk lingkungan yang lebih baik bagi kesehatan seksual dan reproduksi khususnya untuk remaja. Kementerian pendidikan, kementerian sosial, kementerian kesehatan, dan kementerian pemberdayaan perempuan juga jajarannya di tingkat provinsi dan kabupaten merupakan mitra kerja Rutgers WPF Indonesia.

Pemberdayaan remaja marjinal ini salah satunya berpanduan pada modul pelatihan SERU!, yang materinya sudah disesuaikan dengan latar belakang kehidupan mereka di lingkungan yang boleh dibilang lebih sulit dibandingkan remaja pada umumnya. (lihat juga tulisan tentang SERU! Sumber Edukasi Masa Remajaku!)

Ketersediaan layanan terkait kesehatan seksual dan reproduksi yang dibutuhkan disebut juga sebagai Integrated Package Essential Services (IPES) yang mencakup layanan-layanan:

  1. Konseling : Seks, seksualitas dan kesehatan reproduksi.
  2. Kontrasepsi : Konseling, kontrasepsi oral, kondom, suntik, kontrasepsi jangka menengah dan panjang, dan kontrasepsi darurat
  3. Menyangkut kehamilan tidak diinginkan: pre dan post konseling, layanan medis dan bedah, dan layanan pasca keguguran.
  4. Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) : paling tidak satu layanan perawatan ISR/IMS, paling tidak satu layanan lab ISR/IMS, pemberian kondom
  5. HIV : konseling pre dan post, HIV zero status lab tes, staging dan monitoring lab tes, kondom
  6. Ginekologi : pemeriksaan pelvic manual, pemeriksaan payudara manual, papsmear dan metode pelayanan kanker rahim lainnya
  7. Perawatan pre dan post natal : konfirmasi kehamilan (tes kehamilan), perawatan pre natal essensial, perawatan post natal esensial
  8. Kekerasan berlatar belakang gender dan seksual (Sexual and Gender based Violence - SGBV): Pemeriksaan atau diagnosa SGBV, mekanisme rujukan untuk layanan klinis, psikologis dan perlindungan

Pelayanan berdasarkan IPES ini belum tersedia di semua tingkat Puskesmas. Rutgers WPF Indonesia bersama mitra melalui program ASK mengupayakan agar klinik pemerintah bisa menyediakan layanan ini. Beberapa fasilitas layanan kesehatan hanya dapat diakses oleh orang dewasa, ketersediaan layanan yang terjangkau dan ramah bagi remaja akan sangat berguna di tengah terbatasnya layanan kesehatan.

Laporan kami menunjukan bahwa melalui program ASK, dalam angka-angka kami sudah menyentuh 12.619 orang remaja, 65 pendidik difasilitasi dengan e-learning dan e-support, 2.994 layanan kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) yang diberikan kepada remaja, 902 jumlah kontrasepsi yang disediakan kepada remaja marjinal, 30.364 peserta yang mengikuti diskusi terkait HKSR secara online, 2.023.618 anggota masyarakat yang terjangkau kampanye program Sobat ASK dan 17 pejabat pembuat kebijakan publik membawa isu HKSR ke dalam perdebatan politik. Angka-angka tersebut merupakan akumulasi dari daerah kerja yang mencakup DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Jawa Timur, dengan organisasi mitra kerja PKBI (Jakarta, Yogya, Jatim) Yayasan Pelita Ilmu, dan CD Bethesda.

Jika mempertanyakan manfaat program kepada masyarakat, angka-angka tersebut cukup berarti. Namun, Rutgers WPF Indonesia masih berharap dan optimis bahwa pusat-pusat layanan kesehatan, para agent4change, para penggerak komunitas dan semua yang pernah terlibat dalam program akan melanjutkan perjuangan perbaikan kehidupan masyarakat, paling tidak dalam aspek kesehatan seksual dan reproduksi mereka.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program ASK, silakan akses www.sobatask.net

 

 

  • 0
    Participants
  • 0
    Data Achievement Impact
  • 0
    Service Partners

Where We Work

Partner

  • PKBI
  • CD Bethesda
  • Yayasan Pelita Ilmu